Buah Terlarang Bernama Gratifikasi

Oktober 19th, 2010 § Tinggalkan sebuah Komentar

Arti Gratifikasi

Gratifikasi. Saya mungkin baru mengenal kata itu beberapa tahun belakangan ini. Rame dibicarakan di mana-mana. Peraturan dan ketentuan tentang gratifikasi banyak dibuat di berbagai instansi, baik pemerintahan maupun swasta, untuk mengatur hal ini.

Kalau dari asal kata-nya, gratifikasi adalah benda yang sangat menarik: gratuitas.. yang artinya free gift! Semua suka gratisan kan? Bahkan orang paling kaya di duniapun pasti mau kalau diberi yang gratis-gratis. Trus kenapa dengan gratisan? Ga ada salahnya toh?

Yahhh, IMHO, tidak ada yang benar-benar gratis di dunia ini dan ketika semua itu melibatkan suatu konflik kepentingan, bagi saya di situlah free gift ini menjadi buah terlarang.

Jenis-jenis Gratifikasi

Berdasarkan pengamatan saya dalam pekerjaan, praktek gratifikasi ini dapat digolongkan atas 3 (tiga) jenis.

(1)   Gratifikasi dengan motif sogokan.

Bagi saya, ini gratifikasi paling nista. Untuk gratifikasi yang satu ini, gratifikasi diberikan untuk menyogok dan “melancarkan” suatu proses. Kata melancarkan saya beri tanda kutip, karena seharusnya tanpa harus dilancarkanpun proses pekerjaan itu harusnya tetap berjalan. Sayangnya, ada oknum-oknum jelmaan hantu yang dengan sengaja memberi hambatan pada suatu proses, sehingga si pemberi gratifikasi mau tidak mau meluncurkan uang pelicin tersebut.

Pemberian gratifikasi ini biasanya ada embel-embel pesannya “Tolong dibantu…”.

(2)   Gratifikasi tanda terima kasih

Spesies ini biasanya disodorkan setelah pekerjaan selesai dengan maksud sebagai pelengkap kata terima kasih. Masalahnya dalam dunia saya, ucapan terima kasih itu adalah bentuk paling tulus yang dapat diberikan oleh seseorang. Segera setelah ucapan tersebut diberi pelengkap berupa barang/uang, maka menjadi tidak tuluslah terimakasih itu. Seolah terselip pesan “terima kasih, ya, pekerjaan berikutnya tolong dibantu…”. Secara tidak langsung menjadi bentuk gratifikasi no. (1) di atas.

(3)   Gratifikasi dengan tujuan tidak jelas

Karena tujuannya tidak jelas, waktu pemberian juga tidak jelas. Tahu-tahu saja muncul pada saat tak tentu atau bahkan malah tertentu, misalnya saat lebaran, hari raya, ultah kantor, dll. Gratifikasi ini bisa juga jenis “gratifikasi cari muka” karena sifatnya seperti marketing. Kasih duit supaya di-hire. Ujung-ujungnya “…saya kan sudah kasih THR waktu hari raya kemarin, pekerjaan berikutnya tolong dibantu…”. Secara tidak langsung menjadi bentuk gratifikasi no. (1) di atas.

Efek dari Gratifikasi

Efek dari gratifikasi ini sudah jelas, si pemberi gratifikasi merasa menjadi Tuan, sedangkan si penerima gratifikasi menjadi Kerbau yang Dicucuk Hidungnya. Kondisi jadi terbalik. Situasi dapat menjadi tidak fair bagi kelompok-kelompok lain di luar para pemain drama gratifikasi ini. Pada akhirnya, pada rantai yang lebih panjang, terdapat pihak-pihak yang dirugikan.

Kongkritnya seperti ini: Owner mendahulukan Rekanan A yang memberikan gratifikasi, sehingga persaingan antara Rekanan A dan Rekanan B, C, D, dan lainnya menjadi tidak sehat. Kesempatan bagi Rekanan B, C, D, dan lainnya untuk ikut bersaing menjadi tertutup.

Perbuatan merugikan orang lain adalah perbuatan jahat.

Akhir kata…

Akhir kata, jenis-jenis gratifikasi di atas hanyalah sebagian dari yang dapat terjadi di kehidupan kita. Banyak orang-orang yang saya kenal berpendapat bahwa jenis ke-(2) dan ke-(3) adalah rejeki tambahan, karena tidak diminta, tidak ada konflik kepentingan, dan tidak ditujukan untuk “memperlancar”. Akh, mbelgedhes

Nurani saya berkata, semua bentuk harus ditolak dan sekuat tenaga harus dihindari. Selalu terucap dalam doa-doa saya untuk tidak tergoda, karena seperti tertulis dalam kitab suci saya, “Cukupkanlah dirimu dengan gajimu (Lukas 3:14)”.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Buah Terlarang Bernama Gratifikasi at Balkon Bulan.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.