Kesehatan Belakangan Ini
Februari 24th, 2011 § 2 Komentar
Sudah hampir 1 tahun, saya mengalami berbagai masalah kesehatan secara bertubi-tubi: bronkitis, sakit gigi, ambeien, suspect PCO (Polycystic Ovary Syndrome), ACA (Anticardiolipin Antibody) tinggi, darah kental, sampai keguguran. Hari Sabtu mendadak jadi ‘hari wajib kunjungan dokter’. Ditusuk jarum untuk tes darah maupun anestesi sudah tak bisa dihitung hanya dengan 10 jari.
Memang tak heran kalau melihat gaya hidup saya beberapa tahun silam. Energy drink, rokok, daging-daging berlemak, gorengan, minyak-minyakan… apapun yang tidak baik menurut majalah kesehatan manapun, pasti pernah nangkring di badan. Untung ga sampai menyentuh napza.
Lalu saya putuskanlah untuk merintis hidup sehat, yang ternyata susah sekali. Terutama dalam pemilihan makanan. Saya ga boleh mengkonsumsi banyak2 protein, not to mention karbohidrat dan lemak (tentunya), saya juga ga boleh makan sayuran/buah hijau, serta harus mengurangi konsumsi kafein (kopi maupun teh) dan produk kedelai (tahu, tempe, kecap, oh God, have mercy on me). Mampus deh, trus harus makan apa?
Akhirnya setiap harinya saya makan banyaaak sekali buah dan sayuran selain yang warna hijau (padahal ya, sejak kecil yang namanya buah dan sayuran itu ya are the last and the least on my list). Biar gampang, saya bikin juice mix fruit minimal 1 Liter buat sarapan, kadang2 dibagi 2 masing-masing 500 ml. Wortel, apel, semangka, nenas, beetroot, tomat, pokoknya segala yang ada. Khusus untuk jambu merah biji, awal-awalnya sering saya minum, tapi abis minum kok slalu kliyengan, sakit banget kepala saya. Saya curiga jambu ini punya efek mengentalkan darah (kalo darah kental jadi suka pusing & pegel2 pundak), akhirnya ga pernah lagi saya minum.
Nasi, daging, dan gorengan berhasil dihindari selama 2 bulan pertama setelah kuret, sayangnya setelah itu yaa dimakan lagi hehehe. Abisnya laper bo! Kopi udah ga pernah sama sekali, teh cuma kadang-kadang, paling seminggu 1x, benefitnya gigi jadi ga item2 lagi lho. Trus kalo pagi sekarang jadi ga demanding lagi ama kopi, ga gemeteran, mulut ga asem. Wah pokoknya free!
Sekarang yang harus digalakkan adalah olahraga.
Oh tidak, saya benci menggerakkan pantat saya!
Melenyapkan kesenangan yang sudah menjadi kebiasaan rasanya seperti disuruh pensiun terus hidup menjadi bikhsu saja hehe. Saya sebelumnya pecinta nikotin kelas berat, dalam satu hari bisa habis 1 sampai 3 bungkus rokok dengan merk yang berbeda. Yap, sebenarnya signal-signal gak beres seputar pernafasan dan sakit nyeri didada sudah saya rasakan lama sekali…bahkan pernah gak bisa bangun gara-gara dada terasa nyeri sakit sekali. sudah pasti itu resikonya merokok. gak terbayang jika tiba-tiba saya memutuskan diri untuk berhenti merokok? walah…pasti dunia kiamat rasanya…that’s my only one pleasure I know in this world.
Tepatnya hampir setahun yang lalu, tiba-tiba saja pas bangun pagi saya mengucap..”Hari ini harus berhenti merokok untuk selamanya”..Dan benar sekali dunia rasanya memang seperti ingin kiamat, saya tidak mempunyai kesenangan yang luar biasa selain menikmati rokok setiap hari mengisi dan menghibur waktu-waktu penat. Satu bulan, dua bulan…dan gak kerasa sampai hari ini saya ternyata benar-beanr sanggup berhenti merokok total. Buntutnya asaya juga harus berhenti minum kopi hitam (*Karena rokok dan kopi hitam itu sahabat karib). Alhasil…sampai hari ini memang terasa manfaatnya berhenti merokok. Sampai saya lupa sendiria kapan pernah merasakan badan sesegar seperti sekarang ini. Satu kesenangan memang hilang, tapi seribu kebaikan datang. Tidak sesak nafas lagi, tidak nyeri dada lagi…dan ruangan rumah tidak bau apek lagi..
Ternyata untuk hidup sehat itu murah sekali biayanya..
sebenarnya murah, tapi kalo udah terlanjur sakit bisa jadi mahal juga ya