si penghuni balkon
Jadi, Balkon Bulan itu dulu salah satu tempatku “lari” di awal-awal 2007. Tidak sering. Tapi sangat berarti. Hanya berbatas jendela kaca dengan ruang tengah lantai 6 Asrama Simprug, tempatku dan teman-teman dekatku nongkrong. Di situ entah kenapa aku bisa berekspresi lepas pas pas pas. Makanya blog ini juga kunamakan Balkon Bulan. Supaya bisa jadi pengganti virtual dari Balkon Bulanku yang dulu, yang sepertinya setelah renovasi sudah ga akan sama dengan balkon yang dulu.
Dari balkon ini, bulan purnama bisa terlihat sangat jelas dan direct. Membuatku semakin jatuh cinta dengan bulan.
Oiya, aku anak Jawa kelahiran Sumatra dengan raut wajah yang sangat jauh dari kesan “njawani”. Aku adalah pekerja di salah satu BUMN (yang katanya) penyumbang devisa terbesar di Indonesia ini. Seorang sanguinis, plegmatis, dan melankolis, tanpa koleris sedikitpun. Aku hopeless romantic dan sering terseret-seret dalam aneka roman picisan! Sisanya tentang aku, kalau berminat, silakan baca saja entries yang ada.
Thx for peeking.
*in a relationship with Dominicus Adhitya Chandra Wilaga. Arti dari “Adhitya Chandra” adalah “Sinar Bulan“. What a coincidence!

cieek piiiieeeeekkkkkkkkkkk!!!!!!
gw link ya ciek piek…gaya penuturan lu bagus ciek, ngebaca blog lu bikin gw mo baca trus…bandingin deh ama blog gw yang caur abis…udah jadikan menulis jadi hobi lu…keknya kalo lu bikin novel seru tuh
Permisi…mau singgah di Balkon Bulan, udaranya segar…jadi asik beristirahat melepas penat sebentar…
Salam hangat dari Trah.
Wah, selamat datang. Syukur2 bisa ikut menikmati